PERSENTASE PENGANGGURAN
DI INDONESIA SERTA PENYEBABNYA
A.
Penyebab
Pengangguran Di Indonesia
1.
Terbatasnya
penyerapan sumber daya,termasuk sumber daya manusia.
2.
Terlampaunya
banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal sehingga ketika mereka
kehilangan pekerjaan di sektor formal,mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha
untuk menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal.
3.
Tingkat
pengangguran terbuka dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi
dan terus melonjak.
4.
Adanya
keinginan memilih pekerjaan yang aman dari resiko. Dengan demikian angkatan
kerja terdidik lebih suka memilih menganggur dari pada mendapat pekerjaan yang
tidak sesuai dengan keinginan mereka.
5.
Menimbulkan
tekanan penawaran,yaitu tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar
memberi tekanan yang kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang
jumlahnya relatif kecil.
6.
Belum
efisiennya fungsi pasar kerja.
7.
Banyak
angkatan kerja bekerja di luar bidangnya.
8.
Faktor
gengsi pendidikan menyebabkan lulusan akademi atau universitas memilih
menganggur,masalah skill lulusan serta sempitnya lowongan pekerjaan sektor
formal.
9.
Ketidaksesuaian
hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan kerja.
10. Ketidak
seimbangan permintaan dan penawaran terhadap jasa manusia.
11. Kurangnya
kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
12. Minimnya masyarakat yang lulus dari perguruan
tinggi untuk membuka peluang usahannya sendiri.
13. Perkembangan zaman yang semakin membutuhkan
tenaga ahli diberbagai bidang sesuai spesifikasi keilmuan
B.
Data
Pengangguran Di Indonesia
Angka pengangguran di Indonesia masih sangat
mencengangkan. Menurut data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah penganggur terbuka di Indonesia
mencapai 8,32 juta orang atau 7,14 persen dari 116,53 juta orang angkatan
kerja.
Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2008 mencapai 111,48 juta orang,
bertambah 1,54 juta orang dibanding jumlah angkatan kerja Agustus 2007
sebesar 109,94 juta orang atau bertambah 3,35 juta orang dibanding Februari
2007 sebesar 108,13 juta orang.
Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada
Februari 2008 mencapai 102,05 juta orang, bertambah 2,12 juta orang jika
dibandingkan dengan keadaan pada Agustus 2007 sebesar 99,93 juta orang, atau
bertambah 4,47 juta orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2007
sebesar 97,58 juta orang.
Jumlah penganggur pada Februari 2008 mengalami penurunan sebesar 584 ribu orang
dibandingkan dengan keadaan Agustus 2007 yaitu dari 10,01 juta orang pada
Agustus 2007 menjadi 9,43 juta orang pada Februari 2008, dan mengalami
penurunan sebesar 1,12 juta orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari
2007 sebesar 10,55 juta orang.
Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2008 mencapai 8,46
persen, mengalami penurunan dibandingkan keadaan Agustus 2007
yang besarnya 9,11 persen, demikian juga terhadap keadaan Februari 2007 yang
besarnya 9,75 persen.
Situasi ketenagakerjaan pada bulan Februari 2008,
hampir di seluruh sektor mengalami peningkatan jumlah pekerja jika dibandingkan
dengan keadaan Februari 2007. Sektor
yang mengalami peningkatan jumlah pekerja tertinggi berturut-turut yaitu:
sektor jasa kemasyarakatan naik 1,82 juta orang serta sektor perdagangan naik
1,26 juta orang.
Dari sisi gender, partisipasi perempuan dalam lapangan
kerja meningkat signifikan. Selama
Februari 2007-Februari 2008, jumlah pekerja perempuan bertambah 3,26 juta
orang dan laki-laki hanya bertambah 1,21 juta orang. Kenaikan pekerja perempuan
terbesar terjadi di sektor perdagangan yaitu 1,51 juta orang dan sektor
pertanian sebesar 740 ribu orang.
BPS melakukan survei setiap Februari dan Agustus per
tahun, dari hasil survei diketahui sumber
pengangguran dari lulusan SMK sebesar 17,26 persen, lulusan SMA 14,31 persen,
lulusan Universitas 12,59 persen, lulusan Diploma 11,21 persen, lulusan SMP
9,39 persen, lulusan SD dan tidak sekolah 35,24 persen.
Data pengangguran di Indonesia, dapat digolongkan
menjadi beberapa segi, diantaranya:
1. Angka Pengangguran Terbuka di Indonesia
Salah satu jenis pengangguran yang bisa
diukur dengan data Sakernas adalah pengangguran terbuka dan setengah
pengangguran. Pengangguran terbuka artinya orang yang tidak bekerja dan sedang
mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan usaha, sudah punya pekerjaan tapi belum
dimulai, dan orang yang merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan.
2. Angka Pengangguran Menurut Umur
Pengangguran di Indonesia sudah mencapai
11 juta (usia 15 tahun keatas) dan 8,5
juta-nya penduduk usia 15-29 tahun. Pengangguran terbuka banyak terjadi di
usia remaja 15 sampai 29 tahun (23%).
Di usia tersebut banyak sekali lulusan sekolah yang ingin mendapatkan
pekerjaan, dari yang baru lulus SMP, SMU maupun perguruan tinggi termasuk yang
tidak sekolah. Sedangkan untuk usia
30-49 tahun, jumlah penganggurannya tidak terlalu tinggi (hanya 4%).
3. Angka Pengangguran Menurut Perkotaan atau Pedesaan
Pencari kerja berbondong- bondong ke
perkotaan yang berakibat angka pengangguran
terbuka di kota lebih besar (13,3%) dibandingkan pedesaan (8,4%). Selain itu yang menarik lagi perempuan penganggur
usia 15 tahun lebih di pedesaan hampir sama dengan penganggur laki-laki di
kota. Ini yang mungkin patut dicermati oleh pemerintah yang ingin mengurangi
pengangguran. Penciptaan lapangan pekerjaan tidak hanya dilakukan di perkotaan,
pedesaan-pun butuh kegiatan-kegiatan yang mendatangkan pendapatan. Terutama
lapangan pekerjaan yang bisa memperdayakan perempuan yang ingin bekerja dan
penghapusan deskriminasi gender di bidang pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar